Strategi Penilaian Formatif
Dalam praktik pembelajaran
berdiferensiasi, proses penilaian memegang peranan yang sangat penting. Guru
diharapkan memiliki pemahaman yang terus berkembang secara terus menerus
tentang kemajuan akademik murid-muridnya agar ia bisa merencanakan pembelajaran
sesuai dengan kemajuan tersebut. Berikut ini adalah beberapa contoh strategi
penilaian formatif yang mungkin dapat dilakukan guru dengan mudah:
1. Tiket
Keluar. Guru memberikan pertanyaan yang diajukan kepada semua murid sebelum
kelas berakhir. Murid menulis jawaban mereka pada kartu atau selembar kertas
dan menyerahkannya saat mereka keluar kelas. Teknik penilaian formatif ini
melibatkan semua murid dan memberikan bukti yang sangat penting tentang
pembelajaran saat itu bagi guru.
2. Tiket
Masuk. Guru juga bisa memberikan sebuah pertanyaan kepada semua murid sebelum
pelajaran dimulai. Jawaban murid dapat menilai pemahaman awal murid terkait
dengan materi yang akan didiskusikan atau sebagai ringkasan pemahaman murid
terhadap materi hari sebelumnya.
3. Berbagi
30 Detik. Dengan strategi ini, murid secara bergiliran melaporkan sesuatu yang
telah ia pelajari dalam pelajaran selama 30 detik. Target yang Anda cari dalam
kegiatan ini adalah bagaimana pemahaman murid dikaitkan dengan kriteria
keberhasilan yang diharapkan. Dapat dijadikan sebagai rutinitas di akhir
pelajaran sehingga semua murid memiliki kesempatan untuk berpartisipasi,
berbagi wawasan, dan mengklarifikasi apa yang dipelajari.
4. Nama
dalam toples. Guru bisa meminta murid menulis nama mereka di selembar potongan kertas
& kemudian memasukkannya dalam toples. Guru kemudian bisa mengajukan sebuah
pertanyaan tentang konsep kunci yang sedang dipelajari, kemudian secara random
mengambil sebuah potongan kertas di toples, dan meminta beberapa anak yang
namanya tertulis di potongan kertas tersebut menjawab pertanyaan secara
bergantian.
5. 3-2-1.
Di akhir pembelajaran, strategi ini memberikan murid cara untuk merangkum atau
bahkan mempertanyakan apa yang baru saja mereka pelajari. Tiga petunjuk dapat
disediakan bagi murid untuk menanggapi yaitu: 3 hal yang tidak murid ketahui
sebelumnya, 2 hal yang mengejutkan murid tentang topik tersebut, 1 hal yang
ingin murid mulai lakukan dengan apa yang telah dipelajari.
6. Refleksi.
Apapun bentuk refleksi yang dilakukan, refleksi dapat menjadi alat penilaian
formatif yang sangat berguna bagi guru untuk mengetahui sejauh mana pemahaman
murid dan apa yang masih menjadi kebingungan mereka.
7. Pojok
pemahaman. Minta murid pergi ke pojok-pojok kelas sesuai dengan pemahaman
mereka. Jika mereka tidak memahami topik yang sedang dibahas, mereka dapat
pergi ke salah satu sudut dengan murid yang memiliki tingkat pemahaman yang
sama. Sementara jika sudah memahami, mereka dapat pergi ke sudut yang lain. Ini
dapat menjadi informasi buat guru, misalnya jika guru ingin memasangkan murid
yang “sudah mengerti” dengan murid yang kesulitan dan meminta murid
berkolaborasi untuk memahami materi yang menantang.
8.
Strategi 5 jari. Minta murid mendeskripsikan
pemahaman mereka terkait topik yang diajarkan dengan menggunakan 5 jari. 5 jika
mereka sudah paham sekali, 1 jika mereka tidak paham sama sekali. Cara ini
cukup cepat dan mudah untuk mengetahui gambaran umum pemahaman murid sehingga
guru dapat menyesuaikan pembelajaran selanjutnya berdasarkan informasi ini.
Komentar
Posting Komentar